Pendidikan Pancasila Harus Interaktif

Serpong --- Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengatakan, pada jenjang perguruan tinggi, pendidikan Pancasila wajib untuk diberikan pada para mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, pendidikan Pancasila ini tidaklah harus menjadi sebuah mata pelajaran tersendiri, melainkan diberikan keleluasaan bagi perguruan tinggi untuk memilih cara dalam menyampaikan pendidikan tersebut.



"Kami sudah menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus diberikan. Mau jadi pendidikan sendiri silakan. Mau jadi bagian dari pendidikan kewarganegaraan silakan, atau mau dimasukkan dalam pengembangan diri peserta didik silakan " kata Fasli, di hadapan para civitas akademis Universitas Multimedia Nusantara serta para kepala sekolah yang menghadiri acara seminar internasional dengan tema" Utilization of Information and Communication Technology ( ICT ) in The Process of Teaching and Learning ", pada 8 Juni di Serpong, Tanggerang..



Sebenarnya revitalisasi pendidikan Pancasila di perguruan tinggi ini sudah dilaksanakan kurang lebih dua tahun yang lalu. Fasli yang ketika itu masih menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, sudah mencoba mendiskusikan mengenai pendidikan Pancasila ini.



Dari pertemuan-pertemuan tersebut terlihat bahwa pelaksanaan pendidikan Pancasila di perguruan tinggi memiliki berbagai macam pandangan. " Kira-kira ada empat pertemuan kala itu, dan saya hadir tiga di antaranya. Memang kala itu cara pandang perguruan tinggi masing-masing berbeda. Ada UGM (Universitas Gajah Mada ) yang menjadikan Pancasila sebagai payungnya dan di dalamnya di padukan dengan civic education, ada UPI ( Universitas Pendidikan Indonesia ) yang menjadikan PKN sebagai payungnya, tetapi memberikan pendidikan Pancasila sebagai bagian tersebar di dalamnya, dan bahkan UI ( Universitas Indonesia ) menyerahkan 18 SKS untuk pengembangan kepribadiannya yang di dalamnya komponen-komponen sebagai tindak lanjut butir-butir Pancasila sudah dipastikan ketersediaannya," kata Fasli.



Walaupun memiliki perbedaan dalam pelaksanaannya, Fasli mengajak para civitas akademika untuk menyosialisasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila, dan sebagai tindak lanjut pelaksanaan pendidikan tersebut. Fasli mengatakan langkah selanjutnya adalah melakukan monitoring pelaksanaanya, karena secara garis besar di jenjang pendidikan tinggi, pendidikan Pancasila sudah memiliki polanya.



Di jenjang pendidikan dasar dan menengah, pendidikan Pancasila sedang dievaluasi pelaksanaannya. Kenmdiknas tengah melihat kembali standar kurikulum, standar kompetensi lulusan dan standar isi yang cocok dengan nilai-nilai Pancasila. " Bila kita belum menemukan apa yang kita harapkan, maka akan terus kita tambahkan, mudah-mudahan hal ini akan dapat diwujudkan dalam proses pembelajaran.".



Karena itu Fasli, mengingatkan bahwa pendidikan Pancasila ini harus segara di segarkan kembali. "Pendidikan Pancasila tidak lagi harus dogmatis seperti P4 dahulu, tapi haruslah interaktif, harus ada pembiasaan, harus dapat membangun budaya sekolah dan yang terpenting harus ada ketauladanan dari pemimpin, baik kepala sekolah, guru dan tokoh masyarakat ," kata Fasli. (yogi)
Like This Post?
And Share
Bookmark and Share

Related Post



Posted by Azizul Anam on 3:10 PM. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 comments for Pendidikan Pancasila Harus Interaktif

Leave comment

Recent Entries

This Week's Most Popular Posts

Baca Juga

    Send Your Coment/Like Juel news On Facebook

    Recent Comments

    Pilihan Editor

    Juel News - Suported By Raudlatul Qur'an