AFC Tunda Pemilihan Presiden Baru Hingga Mei 2012
Pejabat senior AFC dari Jepang dan Jordania pada pekan ini mengutarakan bahwa secepatnya diperlukan pemilihan presiden baru AFC setelah FIFA memberikan sanksi hukuman seumur hidup pada eks presiden AFC, Mohamed Bin Hammam, karena terkait kasus suap.Bos-bos AFC akhirnya memutuskan untuk menunda adanya pemilihan presiden baru, setelah komite eksekutif AFC mengadakan pertemuan di markas AFC di Kuala Lumpur pada hari Jum’at (29/7) waktu setempat.
Pejabat interim presiden AFC, Zhang Jilong, pada pertemuan yang berlangsung di markas AFC berusaha meyakinkan para pejabat AFC lainnya agar menyetujui penundaan pemilihan presiden baru AFC hingga bulan Mei 2012.
Pekan lalu, Komite Etik FIFA mengeluarkan sanksi larangan seumur hidup pada Bin Hammam untuk berkutat dalam semua kegiatan sepak bola dikarenakan terkait dengan praktik suap yang dilakukan olehnya.
Meskipun begitu, Bin Hammam bersikukuh jika ia tidak bersalah dan meminta AFC untuk menunggu proses banding yang dilakukan olehnya terkait sanksi tersebut, sebelum melakukan pemilihan presiden baru.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang, Junji Ogura dan Wakil Presiden FIFA, Pangeran Ali bin al-Hussein dari Jordania, mengutarakan perlunya dilakukan pemilihan presiden baru AFC setelah sanksi dari Komite Etik FIFA terhadap Bin Hamman dikeluarkan pada awal pekan ini.
Walaupun sanksi terhadap Bin Hammam sudah dikeluarkan, tapi keputusan yang dikeluarkan oleh AFC adalah untuk menunda proses pemilihan presiden baru sampai posisi tersebut benar-benar lowong selama setahun penuh.
“Hal ini berarti bahwa kongres luar biasa untuk tujuan tersebut tidak dapat dilakukan sampai dengan 30 Mei 2012,” ujar pernyataan yang dikeluarkan AFC seperti dikutip Goal.
Like This Post?
Pejabat interim presiden AFC, Zhang Jilong, pada pertemuan yang berlangsung di markas AFC berusaha meyakinkan para pejabat AFC lainnya agar menyetujui penundaan pemilihan presiden baru AFC hingga bulan Mei 2012.
Pekan lalu, Komite Etik FIFA mengeluarkan sanksi larangan seumur hidup pada Bin Hammam untuk berkutat dalam semua kegiatan sepak bola dikarenakan terkait dengan praktik suap yang dilakukan olehnya.
Meskipun begitu, Bin Hammam bersikukuh jika ia tidak bersalah dan meminta AFC untuk menunggu proses banding yang dilakukan olehnya terkait sanksi tersebut, sebelum melakukan pemilihan presiden baru.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang, Junji Ogura dan Wakil Presiden FIFA, Pangeran Ali bin al-Hussein dari Jordania, mengutarakan perlunya dilakukan pemilihan presiden baru AFC setelah sanksi dari Komite Etik FIFA terhadap Bin Hamman dikeluarkan pada awal pekan ini.
Walaupun sanksi terhadap Bin Hammam sudah dikeluarkan, tapi keputusan yang dikeluarkan oleh AFC adalah untuk menunda proses pemilihan presiden baru sampai posisi tersebut benar-benar lowong selama setahun penuh.
“Hal ini berarti bahwa kongres luar biasa untuk tujuan tersebut tidak dapat dilakukan sampai dengan 30 Mei 2012,” ujar pernyataan yang dikeluarkan AFC seperti dikutip Goal.
And Share

