Breivik si Pembantai yang Anti-Islam DiTahan Polisi
Polisi Norwegia menahan Anders Behring Breivik yang melakukan serangan teror ganda di Negara Skandinavia itu, Sabtu 23 Juli Kemarin. Breivik dikenal sebagai sosok ekstrimis sayap kanan yang anti-Islam.
Menurut pernyataan pihak kepolisian, tersangka saat ini masih terus diinterogasi dan bersedia menjelaskan segala tentang dirinya. Meski polisi belum secara resmi menetapkan dirinya sebagai tersangka, media Norwegia mengidentifikasinya sebagai pelaku teror yang mengguncang Norwegia.
Breivik, menggambarkan dirinya sebagai fundamentalis Kristen dan seorang konservatif. Dirinya amat menentang imigran yang datang ke Norwegia dan amat membenci Islam.
Situs jejaring sosial
“Beberapa postingnya di internet, menunjukan dirinya cenderung ke arah garis keras sayap kanan dan memiliki pandangan anti-Islam,” Kepala Polisi Sveinung Sponheim, seperti dikutip Reuters, Minggu (24/7/2011).
Pria berusia 32 tahun tersebut besar di Oslo dan mengeyam pendidikan di Oslo School of Management. Dirinya juga tercatat sebagai Direktur Breivik Geofarm. Perusahaan yang ia miliki itu, diketahui bergerak pada bidang pertanian yang memungkinkannya memiliki akses untuk membeli pupuk dalam jumlah besar.
Pupuk inilah yang diduga kuat dijadikan bahan peledak yang digunakan untuk meledakan kantor Perdana Menteri Norwegia Sabtu kemarin. Serangan bom itu juga diduga kuat dilakukan oleh Breivik.
Serangan yang mengguncang Norwegia tersebut menewaskan 92 orang dan Breivik dianggap sebagai tersangka tunggal dalam serangan yang terjadi di dua tempat berbeda tersebut.
Meski polisi membantah dirinya adalah anggota kepolisian, catatan menyebutkan bahwa Breivik pernah bergabung dalam dinas militer Norwegia saat mengikuti wajib militer. Pria lajang ini diketahui tidak memiliki catatan kriminal apapun.
Sementara pengacara pria berambut pirang itu mengakui bahwa kliennya sudah mengakui perbuatan teror ini. “Dia sudah mengakui atas dasar kondisi faktual yang terjadi,” ucap pengacara pelaku Geir Lippestad.
“Dirinya berbicara sesuatu tentang serangan itu, tetapi saya enggan untuk membicarakannya saat ini,” lanjut Lippestad.
Sebelum melakukan serangan, Breivik diketahui menulis manifesto sebanyak 1.500 halaman. Manifesto tersebut berisi kritikannya terhadap multikulturalisme dan kecamannya terhadap imigran Muslim. Manifesto tersebut juga menjelaskan cara untuk membuat peledak.
Like This Post?
Menurut pernyataan pihak kepolisian, tersangka saat ini masih terus diinterogasi dan bersedia menjelaskan segala tentang dirinya. Meski polisi belum secara resmi menetapkan dirinya sebagai tersangka, media Norwegia mengidentifikasinya sebagai pelaku teror yang mengguncang Norwegia.
Breivik, menggambarkan dirinya sebagai fundamentalis Kristen dan seorang konservatif. Dirinya amat menentang imigran yang datang ke Norwegia dan amat membenci Islam.
Situs jejaring sosial
“Beberapa postingnya di internet, menunjukan dirinya cenderung ke arah garis keras sayap kanan dan memiliki pandangan anti-Islam,” Kepala Polisi Sveinung Sponheim, seperti dikutip Reuters, Minggu (24/7/2011).
Pria berusia 32 tahun tersebut besar di Oslo dan mengeyam pendidikan di Oslo School of Management. Dirinya juga tercatat sebagai Direktur Breivik Geofarm. Perusahaan yang ia miliki itu, diketahui bergerak pada bidang pertanian yang memungkinkannya memiliki akses untuk membeli pupuk dalam jumlah besar.
Pupuk inilah yang diduga kuat dijadikan bahan peledak yang digunakan untuk meledakan kantor Perdana Menteri Norwegia Sabtu kemarin. Serangan bom itu juga diduga kuat dilakukan oleh Breivik.
Serangan yang mengguncang Norwegia tersebut menewaskan 92 orang dan Breivik dianggap sebagai tersangka tunggal dalam serangan yang terjadi di dua tempat berbeda tersebut.
Meski polisi membantah dirinya adalah anggota kepolisian, catatan menyebutkan bahwa Breivik pernah bergabung dalam dinas militer Norwegia saat mengikuti wajib militer. Pria lajang ini diketahui tidak memiliki catatan kriminal apapun.
Sementara pengacara pria berambut pirang itu mengakui bahwa kliennya sudah mengakui perbuatan teror ini. “Dia sudah mengakui atas dasar kondisi faktual yang terjadi,” ucap pengacara pelaku Geir Lippestad.
“Dirinya berbicara sesuatu tentang serangan itu, tetapi saya enggan untuk membicarakannya saat ini,” lanjut Lippestad.
Sebelum melakukan serangan, Breivik diketahui menulis manifesto sebanyak 1.500 halaman. Manifesto tersebut berisi kritikannya terhadap multikulturalisme dan kecamannya terhadap imigran Muslim. Manifesto tersebut juga menjelaskan cara untuk membuat peledak.
And Share

