Indeks Wallstreet Menurun Drastis
Indeks saham di pasar Wall Street menurun tajam pada hari Jumat 8 Juli kemarin, meruntuhkan keuntungan yang telah diperoleh sebelumnya, selain juga memupuskan harapan jika pemulihan ekonomi akan pulih dengan cepat.
Pada perdagangan Jumat waktu setempat, tercatat Indeks Dow Jones turun 62,29 poin atau sebesar 0,49 persen menjadi 12657,20. Sementara itu, Indeks Standard & Poor’s (SPX) 500 menyusut 9,42 poin atau 0,70 persen menjadi 1.343,80, sedangkan Nasdaq Composite Index (IXIC) jatuh sebanyak 12,85 poin atau 0,45 persen menjadi 2.859,81.
Hal tersebut terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja melaporkan perekonomian AS telah menciptakan 18 ribu pekerjaan pada bulan Juni, sehingga mendorong tingkat pengangguran hingga 9,2 persen.
Dengan adanya laporan tersebut, mengisyaratkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS telah sangat lemah sepanjang kuartal kedua dan kecewa seluruh investor yang telah berharap untuk keuntungan yang kuat dalam pekerjaan untuk mendorong ekonomi terbesar dunia.
“Hampir setiap aspek dari laporan itu negatif, termasuk peningkatan dalam tingkat pengangguran menjadi 9,2 persen, bahkan sebagai ukuran angkatan kerja menurun,” tutur analis di Charles Schwab seperti yang dikutip dari Strait Times Sabtu
Like This Post?
Pada perdagangan Jumat waktu setempat, tercatat Indeks Dow Jones turun 62,29 poin atau sebesar 0,49 persen menjadi 12657,20. Sementara itu, Indeks Standard & Poor’s (SPX) 500 menyusut 9,42 poin atau 0,70 persen menjadi 1.343,80, sedangkan Nasdaq Composite Index (IXIC) jatuh sebanyak 12,85 poin atau 0,45 persen menjadi 2.859,81.
Hal tersebut terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja melaporkan perekonomian AS telah menciptakan 18 ribu pekerjaan pada bulan Juni, sehingga mendorong tingkat pengangguran hingga 9,2 persen.
Dengan adanya laporan tersebut, mengisyaratkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS telah sangat lemah sepanjang kuartal kedua dan kecewa seluruh investor yang telah berharap untuk keuntungan yang kuat dalam pekerjaan untuk mendorong ekonomi terbesar dunia.
“Hampir setiap aspek dari laporan itu negatif, termasuk peningkatan dalam tingkat pengangguran menjadi 9,2 persen, bahkan sebagai ukuran angkatan kerja menurun,” tutur analis di Charles Schwab seperti yang dikutip dari Strait Times Sabtu
And Share

