Pemerintah Simulasi Harga Premium Naik Rp 1.000

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, Kementerian Keuangan sudah melakukan simulasi kebijakan BBM dengan tiga skenario. Pertama, menaikkan harga BBM bersubsidi Rp 500 per liter. Kedua, menaikkan harga Rp 1.000 per liter. Ketiga, melakukan pembatasan BBM bersubsidi.


”Kami mengupayakan penghematan karena risiko fiskalnya juga besar. Kami memperkirakan, inflasi bisa naik ke level 6 persen (jika ada pembatasan volume BBM bersubsidi atau kenaikan harga BBM),” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/6/2011).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Komisi VII DPR sepakat asumsi makro untuk volume BBM bersubsidi dalam Rancangan APBN 2012 sebesar 38,4 juta kiloliter-41 juta kiloliter. Rinciannya, volume premium 23,2 juta kiloliter-24,6 juta kiloliter, minyak tanah 2 juta kiloliter-2,1 juta kiloliter, dan solar 13,1 juta kiloliter-14,4 juta kiloliter.

Selain itu, tambahan subsidi untuk bahan bakar nabati disepakati apabila harga BBM lebih tinggi dari harga BBM, yakni untuk biodiesel Rp 2.500 sampai Rp 3.000 per liter dan bioetanol Rp 3.000 sampai Rp 3.500 per liter.
Like This Post?
And Share
Bookmark and Share

Related Post



Posted by Azizul Anam on 6:43 PM. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 comments for Pemerintah Simulasi Harga Premium Naik Rp 1.000

Leave comment

Recent Entries

This Week's Most Popular Posts

Baca Juga

    Send Your Coment/Like Juel news On Facebook

    Recent Comments

    Pilihan Editor

    Juel News - Suported By Raudlatul Qur'an