Visi Arema Indonesia Terancam
Visi Arema FC dalam menghadapi musim depan terancam kabur jika sengketa di manajemen tak kunjung tuntas. Kubu Rendra Kresna dan M Nur yang sama-sama tak mau mengalah terancam mengacaukan persiapan tim ke depan.
Rendra dan Nur tentunya memiliki visi yang berbeda dalam mempersiapkan klub Arema di kompetisi selanjutnya. Kendati sama-sama berkomitmen mempertahankan semua pemain, namun semua belum jelas karena legalitas manajemen belum menentu.
Media Officer Arema FC Sudarmaji mengakui visi klub bakal menjadi tak normal jika persoalan belum juga selesai. Padahal kontrak pemain rata-rata tuntas pada akhir Juli nanti. Dalam kurun waktu kurang sebulan, paling tidak harus ada solusi soal legalitas manajemen.
“Tak mungkin sebuah klub dikendalikan dua manajemen yang berbeda. Pandangan tentu akan berbeda pula. Kita sangat berharap secepatnya ada kepastian manajemen mana yang menentukan langkah Arema selanjutnya,” terang Sudarmaji.
Sebulan ke depan bisa menjadi saat paling krusial bagi tim berjuluk Singo Edan. Dengan berakhirnya kontrak pemain, maka mau tak mau persiapan musim depan harus tergarap, minimal terkait perpanjangan kontrak.
Baik kubu Rendra maupun M Nur sejauh ini belum melangkah jauh dalam mempersiapkan klub. Alasannya, menunggu hasil Kongres PSSI yang bakal menentukan bagaimana format dan nasib kompetisi ke depannya.
Bahkan urusan gaji pemain U-21 yang selama semusim penuh belum terbayar, juga belum dipikirkan. Pegawai di kantor Arema yang berjumlah 30 orang masih dirumahkan karena belum jelasnya situasi di manajemen.
Baik pihak Rendra dan M Nur kini lebih sibuk mencari legalitas untuk memantapkan posisinya sebagai pengendali Arema. Rendra yang yang belum lama memecat M Nur mengatakan kondisi di manajemen tak akan memengaruhi langkah tim ke depan.
“Semua akan tetap dipersiapkan seperti musim-musim sebelumnya. Kita sebenarnya sudah memikirkan visi Arema ke depan walau tak harus dipublikasikan. Aremania tak perlu khawatir karena kita semua ingin Arema lebih baik,” tutur Rendra yang juga Bupati Malang.
Kubu M Nur yang menggandeng Walikota Batu Eddy Rumpoko juga meyakinkan tim Arema tak akan bermasalah. Manajemen versi M Nur jauh sebelumnya telah mengatakan akan mempertahankan semua pemain dan official klub bermaskot raja rimba.
Kini M Nur yang terdepan dari posisi Ketua Yayasan Arema masih memburu legalitas di notaris Benedictus Bosu SH. Namun hingga kini baik Rendra maupun M Nur sama-sama belum mengantongi akta yang sah terkait posisi keduanya di manajemen Arema.
Sementara, pada saat yang sama, sejumlah pemain dikabarkan telah menjadi incaran klub lain. Kurnia Meiga, Ahmad Bustomi, hingga Zulkifli Syukur menjadi pemain yang masuk bursa transfer musim ini.(KN)
Rendra dan Nur tentunya memiliki visi yang berbeda dalam mempersiapkan klub Arema di kompetisi selanjutnya. Kendati sama-sama berkomitmen mempertahankan semua pemain, namun semua belum jelas karena legalitas manajemen belum menentu.
Media Officer Arema FC Sudarmaji mengakui visi klub bakal menjadi tak normal jika persoalan belum juga selesai. Padahal kontrak pemain rata-rata tuntas pada akhir Juli nanti. Dalam kurun waktu kurang sebulan, paling tidak harus ada solusi soal legalitas manajemen.
“Tak mungkin sebuah klub dikendalikan dua manajemen yang berbeda. Pandangan tentu akan berbeda pula. Kita sangat berharap secepatnya ada kepastian manajemen mana yang menentukan langkah Arema selanjutnya,” terang Sudarmaji.
Sebulan ke depan bisa menjadi saat paling krusial bagi tim berjuluk Singo Edan. Dengan berakhirnya kontrak pemain, maka mau tak mau persiapan musim depan harus tergarap, minimal terkait perpanjangan kontrak.
Baik kubu Rendra maupun M Nur sejauh ini belum melangkah jauh dalam mempersiapkan klub. Alasannya, menunggu hasil Kongres PSSI yang bakal menentukan bagaimana format dan nasib kompetisi ke depannya.
Bahkan urusan gaji pemain U-21 yang selama semusim penuh belum terbayar, juga belum dipikirkan. Pegawai di kantor Arema yang berjumlah 30 orang masih dirumahkan karena belum jelasnya situasi di manajemen.
Baik pihak Rendra dan M Nur kini lebih sibuk mencari legalitas untuk memantapkan posisinya sebagai pengendali Arema. Rendra yang yang belum lama memecat M Nur mengatakan kondisi di manajemen tak akan memengaruhi langkah tim ke depan.
“Semua akan tetap dipersiapkan seperti musim-musim sebelumnya. Kita sebenarnya sudah memikirkan visi Arema ke depan walau tak harus dipublikasikan. Aremania tak perlu khawatir karena kita semua ingin Arema lebih baik,” tutur Rendra yang juga Bupati Malang.
Kubu M Nur yang menggandeng Walikota Batu Eddy Rumpoko juga meyakinkan tim Arema tak akan bermasalah. Manajemen versi M Nur jauh sebelumnya telah mengatakan akan mempertahankan semua pemain dan official klub bermaskot raja rimba.
Kini M Nur yang terdepan dari posisi Ketua Yayasan Arema masih memburu legalitas di notaris Benedictus Bosu SH. Namun hingga kini baik Rendra maupun M Nur sama-sama belum mengantongi akta yang sah terkait posisi keduanya di manajemen Arema.
Sementara, pada saat yang sama, sejumlah pemain dikabarkan telah menjadi incaran klub lain. Kurnia Meiga, Ahmad Bustomi, hingga Zulkifli Syukur menjadi pemain yang masuk bursa transfer musim ini.(KN)
And Share

